Cabang Hafalan Hadis MTQ KORPRI Nasional Uji Hafalan hingga Pemahaman Nilai ASN

Pangkep, sulselprov.go.id - Cabang Hafalan Hadis Nabi Muhammad SAW pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 tidak sekadar menguji kemampuan peserta menghafal hadis. Peserta juga diuji dalam memahami terjemahan, kandungan, dan hikmah hadis serta mengaitkannya dengan pelaksanaan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Cabang tersebut digelar di Ruang Pertemuan Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Selasa (25/8/2026).
MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 diselenggarakan di Provinsi Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah, dengan lokasi pelaksanaan di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Kegiatan ini diikuti 117 kafilah dari 38 provinsi serta 77 kementerian dan lembaga, dengan total 1.173 peserta.
Khusus Cabang Hafalan Hadis Nabi Muhammad SAW, sebanyak 22 peserta, terdiri atas 15 putra dan tujuh putri dari berbagai daerah di Indonesia, mengikuti babak penyisihan.
Para peserta diuji melalui hafalan hadis, tajwid dan fashahah, terjemahan, serta pemahaman kandungan hadis. Pemahaman tersebut kemudian dikaitkan dengan nilai dan karakter yang diperlukan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN.
Dalam pelaksanaannya, peserta diuji melalui tiga hadis pada aspek hafalan. Peserta kemudian diuji mengenai terjemahan serta diminta menjelaskan kandungan dan hikmah hadis.
Penilaian terbagi dalam tiga aspek, yakni hafalan hadis dengan nilai maksimal 30, tajwid dan fashahah maksimal 20, serta terjemahan dan kandungan hadis maksimal 50.
Dewan hakim yang bertugas terdiri atas Prof. Dr. H. Abustani Ilyas sebagai Ketua Majelis merangkap anggota yang menilai aspek terjemah dan kandungan hadis; Dr. H. Umi Husnul Khatimah, M.A. yang menilai tajwid dan fashahah; Dr. H. Ahmad Fudhaili, M.Ag. yang menilai hafalan hadis; serta Dr. Sanoso, M.Si. sebagai anggota yang bertugas sebagai as-sā’il atau penanya.
“Jangan dipahami bahwa tidak adanya bel menandakan hafalannya 100 persen benar. Belum tentu. Kami tetap mencermati hafalan Bapak dan Ibu semuanya,” ujar Prof. Dr. H. Abustani Ilyas.
Dalam penampilannya, peserta mengaitkan kandungan hadis dengan nilai amanah, kejujuran, kepemimpinan, pelayanan publik, profesionalisme, dan integritas dalam pelaksanaan tugas ASN.
Salah satu peserta putra dengan nomor peserta HNM 010 mendapat hadis mengenai kepemimpinan dan pertanggungjawaban. Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan formal, tetapi juga tanggung jawab setiap ASN terhadap tugas yang diembannya.
“Setiap kita adalah pemimpin atas tupoksi kita masing-masing. Setiap ASN memiliki tugas atas lingkungan kerja masing-masing. Maka ini semua harus bisa kita laksanakan semaksimal mungkin,” ujar peserta putra HNM 010.
Nilai pelayanan publik juga mengemuka dalam penampilan peserta putri HNM 013. Ia mengaitkan hadis tentang memberikan kemudahan dengan pentingnya ASN menghadirkan pelayanan yang sederhana, membangun komunikasi positif, serta mampu bekerja sama dan berkolaborasi.
“Seorang ASN haruslah memberikan pelayanan kepada semua elemen, dalam hal ini masyarakat, untuk memberikan pelayanan yang mudah dan jangan memberikan pelayanan yang berbelit-belit,” ujar peserta putri HNM 013.
Selain pelayanan, peserta turut mengangkat nilai integritas dalam menjalankan tugas. Dalam penampilannya, peserta antara lain membahas hadis mengenai larangan meminta jabatan, pentingnya kejujuran, tanggung jawab seorang pemimpin, kepedulian terhadap masyarakat, hingga kehati-hatian dalam memperoleh harta.
Nilai-nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan pentingnya menjaga integritas, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah.
Melalui Cabang Hafalan Hadis, MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menguji kemampuan peserta dalam menghafal dan memahami hadis, tetapi juga mendorong aktualisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Seluruh peserta telah menyelesaikan penampilan pada babak penyisihan. Peserta yang lolos selanjutnya akan kembali berkompetisi pada babak final Cabang Hafalan Hadis Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 28 Agustus 2026. (*)


